Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Agustus 2013

Merak Putih yang Langka

http://anehdidunia.blogspot.com

Pengunjung nandacakra.blogspot.com Anda pasti berpikir, apalah istimewanya burung merak. Mungkin anda sudah terbiasa melihat burung merak yang warna warni, akan tetapi burung merak warna putih ini termasuk jenis langka dan tidak banyak di jumpai di dunia ini, biasanya bisa dijumpai di kebun binatang. Silahkan pengunjung anehdidunia melihat merak putih terlangka di dunia

Senin, 19 Agustus 2013

Capung, Pemangsa Paling Hebat di Kerajaan Hewan

Capung, Predator Paling Hebat di Kerajaan Hewan

Spesies apakah yang menyandang predikat sebagai predator paling hebat di kerajaan hewan? Jika Anda mengira spesies itu singa atau hiu, pikirkan kembali jawaban Anda. Sebab, sebuah penelitian terbaru menunjukkan, predator paling hebat di dunia hewan adalah capung.

Singa Afrika memang tercatat sebagai karnivora puncak pada rantai makanan. Namun, kucing besar ini hanya mampu menangkap 25 persen dari total mangsa yang mereka kejar. Hiu putih besar bernasib sedikit lebih beruntung. Predator puncak di lautan dengan 300 gigi pemotong ini hanya sukses menangkap separuh dari total mangsa yang mereka buru.

Capung, sebaliknya, terlihat mungil, berkilauan, dan dikenal sebagai serangga yang tidak berbahaya. Bahkan capung, bersama kupu-kupu dan kepik, dikelompokkan dalam daftar serangga yang disukai manusia.

Namun, di balik penampilan "ramah"-nya, capung ternyata merupakan predator udara yang sangat rakus. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim ilmuwan Universitas Rutgers di Amerika Serikat menunjukkan, capung menjadi pemburu yang paling brutal sekaligus efektif dalam kerajaan hewan.

Tim ilmuwan mencatat, capung mampu menangkap nyaris seluruh mangsanya dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen. Bahkan capung kerap memakan mangsanya sembari tetap terbang, tanpa perlu repot hinggap ke daun atau ranting pohon.

"Capung akan merobek-robek tubuh mangsanya dan terus mengunyahnya sampai berbentuk gumpalan sebelum akhirnya mereka menelannya," kata Michael L. Mei, seorang profesor emeritus entomologi di Rutgers, seperti dikutip laman New York Times, Selasa, 2 April 2013.

Selera makan capung bisa dibilang tak berujung. Stacey Combes, seorang peneliti biomekanik di Universitas Harvard yang mempelajari cara terbang capung, pernah menyaksikan seekor capung percobaan di laboratorium menyantap habis 30 ekor lalat buah secara berturutan. "Capung akan terus makan selama masih ada makanan," ujarnya.

Sejumlah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini telah menguak fitur kunci otak, mata, dan sayap capung yang memungkinkan serangga itu memburu mangsanya tanpa ragu. Salah satu penelitian menunjukkan, sistem saraf capung menampilkan kapasitas yang hampir sama seperti manusia, terutama untuk perhatian selektif. Artinya, capung mampu fokus pada mangsa tunggal yang disasar, meski mangsa itu terbang di tengah gerombolan serangga lain yang beterbangan.

Peneliti lain telah mengidentifikasi keberadaan semacam pusat sirkuit berisi 16 sel saraf yang menghubungkan otak capung ke pusat motorik penerbangan di bagian dada. Seperangkat sistem saraf ini memungkinkan capung dapat melacak target bergerak, menghitung lintasan untuk mencegat target, dan secara halus menyesuaikan jalur terbangnya untuk menangkap target tersebut.

Robert M. Olberg dari Union College, yang melaporkan penelitiannya dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bukti bahwa jalur capung mencegat mangsanya mirip trik yang digunakan pelaut. Dengan mata majemuknya, capung bisa memprediksi arah terbang mangsanya, termasuk sudut dan kecepatan, kemudian memperkirakan terbangnya sendiri untuk menangkap mangsa tersebut. Capung mengetahui kapan harus memperlambat, mempercepat, dan terbang menyimpang.

Teknik berburu milik capung berbeda dengan yang dilakukan oleh predator kebanyakan. Combes sempat mengira capung mengejar mangsanya secara aktif, seperti singa mengejar mangsanya. Namun, ternyata tidak demikian. "Itu lebih seperti predasi penyergapan. Capung datang dari arah yang tidak disadari oleh mangsanya," kata dia.

Capung termasuk serangga terbang yang canggih. Mereka bisa melayang-layang di udara, menyelam di air, terbang mundur dan terbalik, berputar 360 derajat dengan tiga kali kepakan sayap, dan mencapai kecepatan 30 mil per jam--luar biasa untuk seekor artropoda.

Sayap capung juga berbeda dengan serangga jenis lainnya. Pada kebanyakan serangga, sayap merupakan perpanjangan sederhana dari toraks dan dipindahkan sebagai sebuah unit khusus dengan meregangkan seluruh toraks.

Namun, capung memiliki empat sayap transparan yang ultrafleksibel dan melekat pada toraks oleh otot-otot terpisah. Setiap sayap dapat bermanuver secara independen, memungkinkan capung melakukan berbagai manuver penerbangan. "Seekor capung dapat kehilangan seluruh sayapnya dan masih bisa menangkap mangsa," kata Combes.
 
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/02/061470781/Capung-Predator-Paling-Hebat-di-Kerajaan-Hewan

Penyebab Lalat Sangat Hebat Dalam Bermanuver

Pernah coba menangkap lalat dengan tangan kosong, dong. Pasti susah, kan? Selalu bisa menghindar. Jawabannya adalah otak super.

Para peneliti di California Institute of Technology (Caltech) mencari tahu apa penyebab lalat sangat hebat bermanuver. Dengan menggunakan video berkecepatan dan resolusi tinggi, mereka berhasil mengungkap kenapa lalat bisa cepet banget menghindar kalau mau ditepuk.

Michael Dickinson, seorang professor di bidang bioengineer dari Caltech yang menjadi pemimpin dalam riset tersebut mengemukakan bahwa kemampuan lalat untuk menghindar dari serangan ini karena cepatnya otak lalat untuk melakukan tindakan dan kemampuan untuk merencanakan apa yang akan dilakukan.

Para peneliti menemukan bahwa jauh sebelum lalat melompat ia mengkalkulasi lokasi serangan lalu membuat sebuah rencana pelarian.

Sebagai ilustrasi, kalau kamu lihat lalat hinggap di suatu tempat, kamu akan melihat lalat tersebut menggosok-gosokkan kaki-kaki kecil mereka sebagai cara untuk membersihkan diri mereka. Tapi, ketika ia melihat alat tepukan lalat, yang pertama kali akan ia lakukan adalah berhenti bergerak. Lalu, otaknya akan mengkalkulasi dari arah mana tepukan lalat akan datang, kemudian ia akan menggerakkan kaki dan badan dalam posisi baru sehingga ketika mereka melompat dengan mendorong kaki-kakinya, ia akan melompat jauh dari alat tepukan. Tepat sebelum lalat melompat, ia sebenarnya menaikkan sayapnya dengan hati-hati sehingga ketika ia melompat ia dapat mengkoordinasikan lompatan tersebut dengan gerakan terbangnya.

Dalam waktu 0,1 detik, lalat mampu merencanakan manuver untuk melarikan diri dari ancaman.

Para peneliti menemukan bahwa lalat mampu menempatkan diri mereka dalam pergantian posisi yang cepat ini dalam keadaan apapun baik ketika sedang membersihkan diri, makan, atau berjalan. Ini berarti bahwa lalat pastilah dapat mengintegrasikan informasi visual dari mata mereka yang mengatakan darimana ancaman datang dengan informasi sensori-mekanis dari kaki-kakinya yang mengatakan bagaimana untuk bergerak mencapai posisi terbang yang tepat.

Keren, kan?

Selasa, 13 Agustus 2013

Quetzalcoatlus

Quetzalcoatlus Northropi


(ket-sal-co-atil-us)
Meaning of name: Named after Aztec feathered serpent god, Quetzalcoatl

Click here to view larger image.
Quetzalcoatlus lived 70–65 million years ago, CretaceousClick to view animal family treeClick to view animal family tree

Quetzalcoatlus northropi — the largest flyer

This enormous pterosaur, or flying reptile, may have been the largest flying animal ever. Fragmentary fossils found in North America indicate that it had extremely thin but strong bones, a long toothless jaw and a long stiff neck. Its body was quite small, but provided an anchor for its huge leathery wings, which stretched from a very long fourth finger to the top of its leg. Its 12-metre wingspan would have enabled it to soar and glide over long distances, while its keen eyesight would have meant that it could locate food from high in the sky.
Some pterosaurs were skim feeders, some plucked fish from the sea while flying and others still were waders, using their long jaws to extract crustaceans from mudflats. But there is evidence that Quetzalcoatlus was different from other pterosaurs. It’s unlikely to have been a skim feeder, as its fossils have not been found in coastal areas and its jaw was probably not strong enough to skim feed. It is also unlikely to have been a wader, as it had padded feet rather than the wide feet of a wader, and probably walked on all fours. Recent evidence suggests thatQuetzalcoatlus may have had feeding habits a bit like those of modern storks, combining scavenging for carrion, with preying on small animals, such as small dinosaurs.
FOOD IT ATE
Quetzalcoatluswas a carnivore.
WINGSPAN: 12 metresQuetzalcoatlus compared to an African elephant and a woman.

Minggu, 11 Agustus 2013

Elang Terbesar

Elang adalah burung karnivora yang berukuran cukup besar, sehingga memungkinkan mereka memakan seekor ayam dan semacamnya. Tapi tahukan anda Elang terbesar yang pernah hidup di Bumi ini?
Bagi sebagian orang pasti sudah tidak asing lagi dengan elang ini.

Haast's Eagle / Elang Haast (Harpagornis Moorei)
Ukuran Manusia terhadap burung Moa
Haast Eagle (Harpagornis moorei) adalah spesies yang telah punah dari elang yang pernah hidup di Pulau Selatan, Selandia Baru, yang telah di terima oleh masyarakat dengan legenda Pouokai of Maori. Spesies ini adalah elang terbesar yang diketahui telah ada. Mangsanya utamanya terdiri dari moa. Ukuran besar ini elang mungkin telah respon evolusioner dengan ukuran mangsanya, karena keduanya akan menjadi jauh lebih kecil ketika mereka pertama kali datang ke pulau itu, dan akan tumbuh lebih besar dari waktu ke waktu karena kurangnya kompetisi (lihat Island gigantism). Haast Eagle punah sekitar tahun 1400, ketika sumber makanan utama, moa, diburu ke kepunahan virtual dengan Maori, dan banyak habitat padat-hutan dibersihkan.
Analisis DNA telah menunjukkan bahwa raptor ini terkait erat dengan elang yang kecil yang tak lain adalah Booted eagle (kedua dua spesies baru direklasifikasi sebagai milik genus Aquila), dan tidak, seperti yang diduga sebelumnya, sampai  Wedge-tailed Eagle dewasa. Dengan demikian, Harpagornis moorei mungkin akhirnya akan direklasifikasi sebagai Aquila moorei. H. moorei mungkin telah menyimpang dari elang kecil ini baru-baru ini 700.000 menjadi 1,8 juta tahun yang lalu. Peningkatan dalam berat badan dengan sepuluh sampai lima belas kali selama periode tersebut adalah peningkatan evolusi terbesar dan tercepat di berat setiap vertebrata dikenal. Hal ini dimungkinkan sebagian oleh kehadiran pemangsa besar dan tidak adanya persaingan dari predator besar lainnya. 
Spesies ini adalah raptor terbang sesungguhnya, Elang betina biasanya lebih besar daripada elang jantan. Dan di perkirakan elang betina spesies ini memiliki berat sekitar 10-15 kg (22-33 lb) dan laki-laki sekitar 9-12 kg (20-26 lb).Sebuah perbandingkan dengan elang dari wilayah Australasia hidup mengakibatkan estimasi massa di Eagles Haast 11,5 kg (25 lb) untuk pria dan 14 kg (31 lb) untuk wanita. Dan mereka memiliki bentang sayap yang relatif kecil untuk ukuran mereka. Diperkirakan bahwa betina dewasa dapat membentang hingga 2,6 m (8,5 ft), mungkin sampai 3 m (9,8 kaki) dalam beberapa kasus.  lebar sayap ini secara umum mirip dengan kisaran yang lebih besar ukuran perempuan dalam beberapa elang yang masih ada: Wedge-tailed Eagles (Aquila audax), Golden Eagles (A. chrysaetos), Eagles Steppe (A. nipalensis), Martial Eagles (Polemaetus bellicosus) dan Steller Sea Eagles (Haliaeetus pelagicus). Sayap pendek mungkin telah membantu Eagles Haast ketika berburu di semak belukar yang lebat dan hutan Selandia Baru. Haast Eagle kadang-kadang digambarkan sebagai salah berevolusi menuju flightlessness, tapi ini tidak begitu, melainkan merupakan awal evolusi ke ukuran sayap yang lebih lebar dan memiliki banyak jenis.

sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Haast%27s_eagle#Size_and_habits

Senin, 05 Agustus 2013

10 Fakta Unik Koala

Koala adalah salah satu hewan yang dilindungi. Betapa menyenangkannya bisa memiliki hewan ini. Akan tetapi, menjadikan koala sebagai hewan peliharaan bisa membuat kalian dihukum Di Australia, siapa pun yang memelihara koala akan mendapat hukuman penjara.


Kalau melihat besarnya koala dewasa, tahukah kalian kalau ketika dilahirkan, koala hanya memiliki panjang 1 inci (2,54 CM)? Beratnya hanya sebesar lebah saat koala dilahirkan. Bayi koala akan tetap berada di kantung ibunya hingga dia berusia 6 bulan dan saat masih menyusui.


Koala adalah salah satu dari beberapa mamalia yang memiliki sidik jari manusia. Sangat sulit membedakan keduanya bahkan di bawah mikroskop.


Hewan ini terkenal sebagai hewan yang suka sekali tidur. Koala mampu tidur hingga 18 jam setiap harinya. Saat tidak tidur, koala menggunakan waktunya untuk makan atau berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Mereka juga bisa melompat hingga sejauh 150 kaki (45,72 meter) diukur dari puncak pohon.
Meskipun namanya memilik arti "tidak minum", koala masih tetap minum air! Hanya saja, binatang ini jarang sekali terlihat sedang minum. Koala mendapat air dari daun-daun eukaliptus yang dimakan olehnya.


Berbeda dengan jerapah yang hidup berkelompok. Koala adalah hewan penyendiri. Artinya, mereka hidup sendiri dan jarang terlihat sebagai kelompok.

Mereka juga akan sangat melindungi daerah tempat tinggalnya. Koala menandai tempat tinggal dengan meninggalkan aroma tubuhnya di pohon dengan cara menggosok dada mereka ke pohon.


Koala adalah hewan yang sangat tenang dan tidak banyak bergerak. Mereka hanya aktif selama 2 jam per hari. Namun koala bisa mengeluarkan suara menggeram yang sangat keras dan agresif jika merasa terancam!

Meskipun terlihat tenang, koala juga bisa berlari. Ia bisa berlari dengan sangat cepat. Kecepatannya hampir sama seperti saat kelinci berlari.


Koala memiliki ekor. Ekor ini berfungsi sebagai tempat duduk mereka saat duduk di ranting pohon selama berjam-jam.

Koala jarang sekali turun dari pohon. Itu karena binatang ini memiliki beberapa predator, terutama anjing. Agar terhindar dari predator dan menjaga diri supaya tetap aman, mereka terus menetap di atas pohon.

10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia

#10. Elang Emas (Aquila chrysaetos) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Elang Emas (Aquila chrysaetos)

Rentang Sayap: 8,2 kaki (2,5 meter) 

Elang emas berada di urutan buncit sebagai burung dengan rentang sayap terlebar di dunia. Elang emas juga adalah salah satu elang pemburu yang juga sangat terkenal di kalangan para pecinta burung alam liar. Habitat elang emas banyak ditemukan di bumi belahan bagian utara dan elang emas juga dijadikan sebagai lambang resmi pada bendera Meksiko. 

#9. Burung Bangau Abu-Abu Bermahkota (Balearica regolorum) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Burung Bangau Abu-Abu Bermahkota (Balearica regolorum)

Rentang sayap: 8,25 kaki (2,51 meter) 

Habitat burung bangau abu-abu bermahkota dapat ditemukan di area gurun Sahara benua Afrika. Burung ini mempunyai ritual kawin yang cukup unik yaitu dengan cara berdansa. 

#8. Burung Nasar California (Gymnogyps californianus) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Burung Nasar California (Gymnogyps californianus)

Rentang sayap: 9,1 kaki (2,8 meter) 

Selain masuk sebagai burung dengan rentang sayap terlebar di dunia, burung Nasar California juga merupakan burung terbesar bagian Amerika Utara. Burung ini jugadikategorikan hampir punah oleh para ilmuwan beberapa puluh tahun yang lalu. Namun sekarang burung Nasar mengalami pengingkatan karena ada program antara pemerintah dengan ilmuwan untuk melestarikan burung ini. 

#7. Burung Manyar Griffon (Gyps fulvus) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Burung Manyar Griffon (Gyps fulvus)

Rentang sayap: 9,2 kaki (2,85 meter) 

Gambar di atas adalah gambar burung manyar raksasa yang berukuran 3 kaki dari ujung paruhnya sampai ujung ekornya. Burung manyar berburu mangsa diangkasa secara berkelompok maupun perorangan. Habitat burung ini dapat ditemukan Eropa Selatan, Afrika Utara dan sebagian kecil di Asia. Burung manyar bertelur di tebing-tebing tinggi yang curam (mereka gak takut tinggi gan!). 

#6. Burung Manyar Berjenggot (Gypaetus barbatus) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Burung Manyar Berjenggot (Gypaetus barbatus)

Rentang sayap: 9,8 kaki (3 meter) 

Berjenggot? Serius gan, burung ini ada jenggotnya. Burung ini benar-benar gagah bila lagi terbang kan ada jenggotnya! Hhe. Gak kayak burung kebanyakan, burung manyar berjenggot ini gak mempunyai karakteristik gundul kayak burung kebanyakan. Habitatnya ada dipegunungan-pegunungan tinggi Afrika, Eropa, India, Pakistan dan Tibet. Mereka juga pemakan bangkai seperti burung manyar kebanyakan. Mereka pernah dilaporkan terbang 24 ribu kaki di udara! Gak tau benar atau gak tapi nih burung benar-benar awesome! 

#5. Angsa Peteriak (Cygnus cygnus) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Angsa Peteriak (Cygnus cygnus)

Rentang sayap: 9,8 kaki (3 meter) 

Selain sebagai burung dengan rentang sayap terlebar di dunia, angsa peteriak juga salah satu angsa terberat di dunia. Angsa peteriak biasa ditemukan di Eropa Utara dan Asia Timur. Mereka biasa terbang hanya untuk bertelur di daratan Eurasia. 

#4. Burung Kondor Andean (Vultur gryphus) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Burung Kondor Andean (Vultur gryphus)

Rentang sayap: 11 kaki (3,4 meter) 

Burung besar ini biasa berkeliaran di gunung Andean, Amerika Selatan. Burung ini cuma gak makan bangkai, dia juga sering ngeburu mamalia dari yang berukuran kecil hingga seukuran monyet. Mereka belum kawin sebelum usia mereka menginjak 8 tahun. Burung kondor ini bisa hidup hingga 60 tahun lamanya. 

#3. Bangau Marabou (Leptoptilos crumeniferus) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Bangau Marabou (Leptoptilos crumeniferus)

Rentang sayap: 11,2 kaki (3,43 meter) 

Burung bangau ini juga pemakan bangkai. Burung ini hidup di area yang ada airnya serta juga sering ditemukan di area tandus gurun Sahara.

#2. Burung Pelikan Putih Besar (Pelecanus onocrotalus) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Burung Pelikan Putih Besar (Pelecanus onocrotalus)

Rentang sayap: 11,8 kaki (3,6 meter) 

Ini bukan pelikan Amerika. Burung pelikan besar ini sering ditemukan di daerah Afrika Selatan, Timur Tengah dan Vietnam. Seperti pelikan pada umumnya, salah satu burung dengan rentang sayap terlebar di dunia ini makananya adalah makhluk-makhluk laut, terutama ikan. Mereka terkenal membuat koloni yang cukup besar. Yang paling fenomenal adalah mereka pernah terlihat berkumpul bersama sekitar 75 ribu di negara Tanzania. 

#1. Albatross Pengembara (Diomedea exulans) 


10 Burung dengan Rentang Sayap Terlebar di Dunia: Albatross Pengembara (Diomedea exulans)

Rentang sayap: 11,8 kaki (3,6 meter) 

Inilah burung yang menempati urutan pertama sebagai burung dengan rentang sayap terlebar di dunia. Albatross Pengembara, mereka menghabiskan hidupnya di udara dan lautan. Mereka hanya ke daratan kalau musim kawin. Burung ini akan bertelur di daerah pulau-pulau Crozet, pulau selatan Georgia, pulau-pulau Kerguelen, pulau Macquarie serta pulau-pulau Prince Edward. 

Pernah ada laporan bahwa bentang sayap mereka bisa mencapai 17 kaki dan ukuran tubuhnya mencapai 5 kaki! Dengan sayap selebar itu, burung Albatross bisa dengan mudah menyusuri lautan tanpa mengepakkan sayapnya. Sayangnya, burung raksasa ini populasinya telah menurun 30% selama 70 tahun belakangan. 

Perburuan bukan satu-satunya ancaman yang menyebabkan populasi mereka menurun. Polusi laut juga merupakan ancaman mereka. Albatross dewasa yang memberi makan anak-anak mereka dengan sampah plastik akhirnya membuat keturunan-keturunan burung itu mati dalam usia muda.

Sumber :http://lewatgambar.blogspot.com/2012/11/10-burung-dengan-rentang-sayap-terlebar-di-dunia.html

Minggu, 04 Agustus 2013

Perbedaan Tawon dan Lebah


Tawon




Tawon adalah serangga terbang yang mudah dikenali karena dikenal suka menyengat bila diganggu dan warnanya yang mencolok pada beberapa spesies. Tawon termasuk dalam ordo Hymenoptera yang juga beranggotakan semut dan lebah. Tawon atau tabuhan kadang-kadang dikelirukan sebagai lebah oleh orang awam.


Di dunia ini ada sekitar 75.000 spesies tawon yang sudah diketahui manusia dan sebagian besar dari mereka hidup sebagai parasit dengan menaruh telurnya di tubuh hewan lain. Tawon bisa ditemukan di seluruh dunia, kecuali di daerah terlampau panas dan terlampau dingin.


Anatomi







Anatomi dari tawon jaket kuning (Yellowjacket wasp).

Tawon - dan anggota Hymenoptera lainnya - memiliki tubuh yang mudah dikenali dibandingkan dengan kelas serangga lainnya. Tubuhnya terbagi menjadi 3 bagian utama: kepala, thorax, dan abdomen (beberapa literatur lain menyebutnya terdiri dari kepala, metasoma, dan mesosoma walaupun maksudnya sama). Ciri khas utama dari anggota Hymenoptera - termasuk tawon - adalah adanya "pinggang" berukuran ramping yang menghubungkan bagian dada dengan perutnya (kecuali pada lalat gergaji famili Tenthrenidae) sehingga tubuhnya bisa menekuk dengan mudah. Beberapa jenis tawon semisal tawon sarang lumpur dari famili Spechidae bahkan memiliki ruas pinggang yang panjang.

Di kepala tawon terdapat sepasang mata majemuk, yaitu mata yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil. Selain sepasang mata majemuk tadi, tawon juga memiliki 3 buah oselus (mata sederhana) di puncak kepalanya. Oselus tidak digunakan untuk melihat, melainkan untuk mendeteksi intensitas cahaya di sekitarnya sehingga mereka bisa tahu kapan harus memulai dan mengakhiri aktivitasnya. Tawon juga memiliki sepasang rahang bawah (mandibula) yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas seperti menjepit benda, mencabut serat kayu, dan bahkan untuk membunuh serangga lain. Bagian lain yang terdapat di kepala tawon adalah sepasang antena yang berbuku-buku untuk mendeteksi rangsangan kimia.

Tawon sebagai anggota filum Arthropoda tidak memiliki kerangka dalam, namun tubuhnya ditutupi oleh cangkang luar yang disebut eksoskeleton. Warna cangkang luarnya bervariasi di mana pada tawon dari famili Vespidae, tubuhnya berwarna mencolok kuning dan hitam sebagai peringatan bagi hewan lain agar tidak mengganggunya bila tidak ingin disengat. Tubuh tawon juga nyaris tidak diselubungi rambut (kebalikan dari lebah yang tubuhnya diselubungi rambut lebat).

Semua tawon memiliki sayap (kecuali tawon betina dari famili Mutillidae) berwarna transparan. Sayap ini jumlahnya 2 pasang dan bergerak seirama di mana jika sayap depan naik, maka sayap belakang juga ikut bergerak naik. Tawon sangat pandai terbang di udara karena saat terbang, ia bisa melakukan aneka manuver seperti terbang cepat, berputar di angkasa, dan bahkan terbang mundur. Tawon umumnya terbang dengan melipat kakinya, sementara beberapa jenis tawon lain semisal tawon kertas membiarkan kaki belakangnya menggantung (tidak terlipat) saat terbang.
Sengat

Tawon memiliki sengat yang terdapat di ujung abdomennya. Hanya tawon betina yang memiliki sengat, sementara pejantannya tidak memiliki sengat. Sengat tawon sebenarnya adalah semacam saluran yang terhubung ke kelenjar bisa. Tawon menggunakan sengatnya untuk melumpuhkan korbannya dan mempertahankan diri. Sengat tawon tidak bergerigi sehingga tawon bisa menggunakan sengatnya untuk menyengat berulang kali tanpa khawatir sengatnya akan menancap dan tidak bisa dicabut. Sengatan tawon sendiri walaupun menimbulkan rasa sakit biasanya tidak berbahaya bagi manusia, namun pada beberapa orang yang memiliki alergi pada racun tawon, sengatan yang disebabkan oleh tawon bisa berakibat fatal.


Beberapa jenis tawon memiliki sengat yang termodifikasi menjadi saluran penyalur telur yang disebut ovipositor. Tawon bisa memakai sengatnya untuk bertelur karena tabung sengatnya juga terhubung dengan kantung telur. Ukuran ovipositor sendiri bervariasi dan pada beberapa jenis tawon, ovipositornya bisa lebih panjang dari tubuhnya. Ovipositor pada beberapa tawon semisal tawon ikneumon begitu kuat karena diketahui bisa menembus lapisan kayu sekalipun.Tawon ikneumon menggunakan ovipositornya untuk mengebor kayu.
Metamorfosis
Tawon - seperti anggota Hymenoptera lainnya - menjalani metamorfosis sempurna yang berarti mereka menjalani 4 tahap dalam pertumbuhannya: telur, larva, kepompong, dan dewasa. Larva tawon umumnya tidak memiliki mata, kaki, dan rahang untuk mengunyah sehingga agar bisa makan, ia bergantung pada induknya yang menaruhnya saat masih menjadi telur di dekat makanannya. Larva tawon yang bertumbuh akan mengalami pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi kepompong. Kepompong tawon biasanya berbentuk mirip dengan tawon dewasa, namun berwarna pucat. Tawon yang sudah menjalani fase kepompong kemudian akan menetas keluar dari kepompongnya, lalu menunggu sejenak agar sayapnya kering sebelum bisa dipakai untuk terbang.
Makanan


Tawon berkaki panjang di atas bunga.

Mayoritas tawon adalah herbivora yang memakan material tumbuhan seperti buah dan nektar. Sebagian lainnya seperti tawon raksasa Jepang (Vespa mandarina)adalah omnivora yang juga hidup dengan memakan daging dari serangga lain. Mereka tidak memiliki enzim pencerna khusus pada tubuhnya sehingga tidak bisa mencerna daging mangsanya secara langsung. Untuk mengatasinya, mereka memberikan potongan daging pada larvanya. Larva yang menghasilkan enzim pencerna protein ini akan mengunyah daging tersebut, lalu memuntahkannya kembali kepada tawon dewasa.

Berkebalikan dengan tawon dewasa yang mayoritasnya adalah herbivora, larva tawon umumnya adalah karnivora yang memakan daging hewan lain. Makanannya bervariasi, mulai dari kutu daun, larva serangga, kepompong, belalang, hingga tarantula. Larva tawon tidak memiliki mata dan kaki sehingga agar larvanya bisa makan secara mandiri, induknya menitipkan larva ke dalam suatu ruangan yang berisi mangsa yang sudah dilumpuhkan. Larva tawon juga tidak memiliki rahang pengunyah sehingga ia makan dengan cara menghisap cairan tubuh mangsanya.Beberapa jenis tawon parasit menyusupkan telurnya ke dalam tubuh hewan yang masih hidup sehingga ketika telurnya menetas, larva akan memakan daging mangsanya dari dalam.

Tidak semua larva tawon hidup dengan memakan daging. Satu jenis tawon yang dikenal sebagai tawon nektar diketahui memberi makan larvanya dengan nektar.Larva dari lalat gergaji famili Tenthredinidae hidup dari memakan daun. Jenis tawon lainnya yang disebut tawon gal dari famili Cyinipidae menaruh larvanya dalam suatu struktur mirip gelembung pada tanaman yang disebut gal (gall). Larva yang baru menetas kemudian akan memakan jaringan gal tersebut.

Lebah




Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena hidupnya berkelompok meskipun sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika.

Sebagai serangga, ia mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelelenjar lebah betina yang masih muda terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.

Cara hidup
Serangga betina memiliki peran penting dalam kelompok serangga ini. Perilaku dari lebah sangat ditentukan oleh perilaku dari lebah betina. Beberapa lebah betina dari spesies tertentu hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku sosial. Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunnya tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat keturunnya belum menjadi lebah dewasa. Kadang kala beberapa spesies lebah soliter memberi makan dan merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya, bentuk hubungan seperti ini dikenal dengan istilah subsosial. Sementara pada tahap lebih tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing.
Koloni

Dalam suatu kelompok (disebut "koloni") terdapat tiga "kasta", yaitu:

lebah ratu, berjenis kelamin betina merupakan induk semua lebah dalam satu koloni dalam satu koloni hanya satu ekor lebah ratu.
lebah betina, dikenal sebagai lebah pekerja jumlah lebah pekerja bisa mencapai puluhan ribu, 30.000 ekor lebah dan yang bibit unggul bisa mencapai sampai 60.000 ekor lebah.
lebah jantan, jumlahnya hanya ratusan ekor lebah.

Setiap kasta lebah mempunyai tugas masing-masing. Lebah ratu hanya satu ekor dalam setiap koloni dan mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi kromosomnya diploid sehingga dapat menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk larva ia diberi makan royal jelly yang kaya akan vitamin dan gizi.
Pembagian tugas

Tugas utama ratu lebah adalah bertelur selama hidupya, berjenis kelamin betina, perkawinan ratu lebah ini hanya sekali seumur hidup, perkawinan dilakukan dengan cara terbang tinggi diangkasa pada cuaca cerah dan pejantan yang bisa mengejarnya akan dapat mengawini sang ratu lebah, pejantan yang berbahagia itu tidak lama akan mati karena testisnya lepas dan tertanam pada ovarium ratu lebah. Lebah ratu yang aktif mampu bertelur kira-kira 2.000 butir telur sehari. Makanan ratu merupakan sari madu (royal jelly), harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.


Tugas lebah pekerja berjenis kelamin betina tugasnya mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu merupakan produk hasil pengolahan makanan nektar yang dimuntahkan kembali dari dalam tubuhnya dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan cadangan, makanan madu ini juga untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan sarang dan merawat telur dan anak-anak lebah. Harapan hidup lebah pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit makanan utama lebah pekerja ini adalah madu.


Lebah pekerja terbentuk dari telur yang terbuahi dari sperma yang tersimpan dalam ovarium yang jumlahnya mencapai jutaan sperma, jenis kelaminnya sama dengan ratu lebah bedanya lebah pekerja ini dari mulai telur menetes menjadi larva dan setererusnya makanannya madu biasa sedangkan ratu lebah mulai dari telur menetas menjadi larva sampai akhir hayat makanannya sari madu (royal jelly).


Apabila kesuburan reproduksi telur sudah berkurang atau usia ratu sudah tua maka secara naluri lebah pekerja mengadakan regenerasi pembentukan koloni baru dan mencari telur-telur yang terbaik, jika sudah menetas menjadi larva diberi makan sari madu (royal jelly) atau ada yang menyebutnya susu ratu kerena warnanya putih seperti warna susu jumlahnya biasanya lebih dari satu calon ratu, sarangnya paling besar dan paling menonjol lebih panjang dari sarang lebah pekerja, terletak paling bawah sarang.
Lebah pekerja bisa bertelur dan telurnya dapat menetas jika koloni lebah kehilangan ratunya maka secara alami sesuai naluri lebah betina akan bertelur dan yang lahir dari telur lebah pekerja ini semuanya berjenis kelamin jantan karena dari telur yang tak terbuahi, lebah pekerja tidak pernah dikawini oleh lebah jantan.

Lebah jantan bertugas mengawini lebah ratu muda yang masih perawan jika akan membentuk koloni baru dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah dari telur tak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa (bukan "royal jelly"). Jumlah lebah jantan ini jumlahnya hanya ratusan.

Seringkali dalam film-film animasi, jika lebah-lebah diambil madu yang mereka produksi mereka diambil, mereka akan marah. Kemarahan lebah bisa disebabkan karena terganggu dan terkejutnya koloni itu, bisa juga karena sifat agresif kelompok lebah itu. Untuk budidaya peternakan lebah madu dipilih dari koloni yang jinak dan tidak agresif. Madu dari hasil peternakan lebah ini biasanya untuk komersil bisa juga untuk kebutuhan sendiri.

Terdapat pula lebah yang hidup menyendiri, tidak dalam kelompok. Jenis lebah yang demikian disebut lebah soliter.
Siklus hidup
Lebah menjalani metamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan:

1. telur;
2. larva (bentuk ulat)
3. pupa (kepompong);
4. imago (lebah dewasa).
Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah.

Pemanfaatan lebah
Madu yang dihasilkan lebah disukai oleh banyak hewan, khususnya beruang.Lebah di alam berfungsi penting sebagai serangga penyerbuk utama. Kesukaannya akan nektar dan serbuk sari membantu tumbuhan untuk terjadinya penyerbukan silang dan penyebaran serbuk sari. Dalam penyerbukan buatan tanaman tertentu, lebah dipelihara dalam kurungan berisi tumbuhan yang akan disilangkan.

Manusia juga memanfaatkan madu sebagai makanan serta obat. Pemeliharaan lebah untuk diambil madunya telah dilakukan manusia sejak lama. Ilmu tentang lebah dan pemeliharaannya dikenal sebagai apiari. Usaha peternakan lebah juga disebut dengan nama tersebut.

Beberapa jenis lebah memiliki sengat yang sebetulnya bersifat fatal bagi dirinya jika digunakan untuk menyengat yang berakibat kematiannya karena sengat dan kantong kelenjarnya akan terlepas dan tertancap pada sasaran. Sengat ini dimanfaatkan manusia dalam pengobatan serupa akupunktur yang dinamakan terapi lebah(apitherapy).

Peternakan lebah modern bisa menghasilkan racun lebah yang keluar dari sengat lebah pekerja tanpa akibat matinya lebah, caranya dengan memasang jebakan dipintu masuk sarang lebah yaitu dipasang arus listrik yang cukup untuk membuat terkejut lebah, dari terkejutnya lebah itu secara tak disadari racun lebah keluar dari sengatnya dan hasilnya ditampung untuk ramuan obat-obatan.
Di beberapa tempat di Indonesia larva dan pupa lebah dijadikan makanan (misalnya sebagai botok lebah).

Sengatan Lebah
Lebah sering menggunakan sengatan ekornya saat merasa terganggu (terusik). Lebah menusukkan sengatan ekornya berkali-kali ke epidermis musuhnya sehingga merasa sakit. Namun, apa yang dilakukan lebah ini ternyata malah membuat sengatnya lepas (tertinggal) di kulit seseorang dan menarik alat sengat dan kantung sengat (yang memang menempel pada sengatnya), dan dalam beberapa menit kemudian lebah pun mati.